Berbagai Macam Jenis Atap


Ditulis oleh Dias Ery Baswendro @ 13 Nopember, 2012.

Komentar 0

Atap merupakan bagian penting dari suatu bangunan, selain secara fungsional, penerapan model dan jenis atap harus disesuaikan dengan desain bangunan, kebutuhan, dan budget Anda

Atap merupakan bagian terpenting dari suatu bangunan. Atap berfungsi untuk melindungi penghuni bangunan tersebut dari teriknya panas matahari dan hujan. Atap memiliki penutup yang bermacam-macam jenisnya, berikut Residena akan mengulas macam-macam material atap yang dapat digunakan untuk penutup bangunan sesuai dengan desain dan kebutuhannya.

Atap Sirap 
Atap ini terbuat dari kepingan tipis kayu ulin (eusideoxylon zwageri). Jenis atap ini dapat bertahan sekitar 25 tahun hingga selamanya. Ketahanan materialnya tergantung dari keadaan lingkungan, kualitas kayu vesi yang digunakan, dan kemiringan sudut atap. Material atap jenis ini sangat cocok digunakan untuk rumah yang berkonsep country atau yang menyatu dengan alam.

Atap Genting Tanah Liat Tradisional 
Atap jenis ini biasa digunakan untuk rumah-rumah pada umumnya. Genting ini terbuat dari tanah liat yang dipress dan dibakar. Dalam pemasangannya genting ini membutuhkan rangka dan dipasang secara miring. Genting tanah liat ini menerapkan sistem inter-locking atau saling mengunci sehingga dapat meminimalisir genting yang melort agar tidak mudah bocor sat hujan. Warna dan penampilan genting ini akan berubah seiring waktu dan kelembapan udara, biasanya akan tumbuh jamur dan lumut di badan genting jika sudah lama.

Atap Genting Keramik 
Genting keramik ini sama dengan genting tanah liat sebelumnya yang juga terbuat dari tanah liat, tetapi jenis ini sudah mengalami finishing lapisan glazur pada permukaannya. Lapisan ini dapat diberi warna yang beragam, dan berfungsi untuk melindungi genting dari lumut. Usia genting ini bisa mencapai 20 hingga 50 tahun. Genting jenis ini biasanya diterapkan pada hunian modern di daerah perkotaan.

Atap Genting Beton 
Bentuk dan ukuran genting jenis ini sama dengan genting tanah liat tradisional. Perbedaannya pada jenis materialnya, karena genting jenis ini menggunakan campuran semen PC dan pasir kasar yang kemudian diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan lapisan kedap air. Genting ini sebenarnya bisa bertahan hingga selamanya, tetapi lapisan tipis di atasnya hanya bisa bertahan antara 30 hingga 40 tahun.

Atap Seng 
Atap jenis ini sebenarnya terbuat dari lembaran baja tipis yang diberi lapisan zinc secara elektrolis. Tujuan pelapisan ini adlaha agar bahan utamanya tidak mudah terserang karat. Atap jenis ini akan bertahan dari karat selama lapisan zinc di atasnya belum hilang, yaitu sekitar 30 tahunan. Setalah lapisan zinc tersebut hilang, maka atap akan mudah terserang karat dan dapat bocor jika hujan datang.

Atap Dak Beton 
Atap jenis ini merupakan atap datar yang terbuat dari kombinasi besi dan beton. Konstruksi yang kuat sangat memungkinkan untuk mempergunakan atap ini sebagai tempat beraktivitas seperti untuk menjemur pakaian atau untuk bercocok tanam menggunakan pot. Kebocoran pada dak beton sangat sering terjadi, maka perlu adanya perawatan pada pengecoran dan pemakaian waterproofing pada lapisan atasnya. Atap jenis ini biasa diterapkan pada rumah-rumah minimalis dan kontemporer.

Atap Genting Metal 
Genting jenis ini berbentuk lembaran seperti jenis seng, biasanya ditanam pada balok gording rangka atap menggunakan sekrup. Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan pemasangan pada genting tanah liat, hanya saja ukurannya yang lebih besar. Ukuran yang tersedia ada yang 60-120 cm (lebar) dengan ketbalan 0,3 mm dan panjang anatara 1,2-12 m.

Atap Genting Aspal 
Genting jenis ini terbuat dari campuran lembaran bitumen (turunan aspal) dan bahan kimia lain. Ada dua model yang tersedia di pasar, yang pertama adalah model datar bertumpu pada multipleks yang bertumpu pada rangka. Multipleks dikaitkan dengan rangka menggunakan sekrup, sedangkan genting aspal dilem ke papan. Model kedua adalah model bergelombang, model ini cukup disekrup dengan balok gording.

Atap Polycarbonate 
Atap jenis ini memiliki lembaran yang besar sehingga memungkinkan untuk luasan yang besar tanpa sambungan. Keunggulan dari atap jenis ini adalah kualitas materialnya dan besarnya daya reduksi terhadap radiasi matahari. Atap jenis ini biasa digunakan pada kanopi atau atap tambahan. Pemasangannya sangat mudah dan cepat, tetapi harganya lebih mahal dari atap-atap jenis lainnya.
Demikianlah beberapa jenis atap yang dapat Residena ulas. Namun seiring berkembangnya teknologi, masih banyak lagi jenis atap lainnya yang tidak dapat dijabarkan satu-persatu. Semua tergantung kebutuhan dan budget Anda. Semoga dapat menjadi manfaat dan inspirasi bagi Anda. Selamat berkarya.

© 2012 - Residena.com. Griya Media Nusantara, Komunitas GaweGawe & Doneeh Tri Media (Trimeda).
Beranda | Tentang Kami | Kontak Kami
Residena.com